MASA DEPAN DIMULAI DARI SEKARANG DARI SSB HAPPYLIFE MEMBANGUN INDONESIA YANG SEHAT SUKSES BAHAGIA
LOGO HL PNG

Benarkah Autisme Pada Anak Terjadi Karena sang Ibu Demam Saat Hamil, Cek Fakta!!

Rabu, 10 Agu 2022 10:35 WIB

Benarkah Autisme Pada Anak Terjadi Karena sang Ibu Demam Saat Hamil, Cek Fakta

KLIKSSB.com – Selama kehamilan, ada banyak perubahan yang terjadi pada tubuh seorang ibu. Mulai dari pusing, mual, muntah, nyeri payudara, penambahan berat badan, nyeri pinggang, dan lain-lain. Nah, bagaimana jika ibu hamil mengalami demam? Apakah itu normal? Penelitian terbaru menunjukkan Anda harus mewaspadai kejadian demam saat hamil, sementara ada yang mengatakan demam saat hamil bisa menyebabkan anak terlahir autis. Benarkah itu?

Apa yang dilaporkan dalam penelitian terbaru?

Dilansir dari Medical News Today, ibu yang mengalami demam saat hamil memiliki risiko lebih besar memiliki anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) atau yang sering disebut dengan gangguan spektrum autisme.

Penelitian yang dilakukan dalam Journal of Autism and Developmental Disorders pada tahun 2013 menunjukkan bahwa demam selama kehamilan pada trimester ketiga dikaitkan dengan peningkatan risiko ASD.

Studi terbaru lainnya di Journal of Molecular Psychiatry pada 2017 menyoroti tautan serupa. Bedanya di trimester. Studi ini menyatakan bahwa demam selama trimester pertama dan kedua kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko ASD. Hubungan yang paling kuat adalah dengan demam pada trimester kedua.

Insiden demam selama kehamilan dilaporkan meningkatkan risiko ASD sebesar 34 persen pada bayi yang belum lahir. Kejadian demam pada ibu hamil pada trimester kedua dapat meningkatkan kemungkinan ASD sebanyak 40 persen. Sedangkan serangan demam yang terjadi lebih dari tiga kali setelah usia kehamilan 12 minggu dapat meningkatkan risiko ASD hingga tiga kali lipat.

Demam adalah gejala yang terjadi ketika tubuh berusaha melawan infeksi. Artinya saat ibu demam, tubuh sedang mengalami infeksi virus atau bakteri dari luar, dan sistem imun berusaha melawannya.

Saat ibu melawan infeksi, cairan ketuban dan darah akan mengandung sel yang disebut sitokin inflamasi yang lebih tinggi dari biasanya.

Apa hubungannya infeksi dengan autisme?

Para ahli percaya bahwa ASD tidak hanya disebabkan oleh faktor genetik, tetapi juga dari faktor lingkungan. Seperti infeksi virus, polusi, dan komplikasi pada kehamilan. Terjadinya infeksi pada tubuh ibu diduga juga meningkatkan risiko ASD.

Jika berbicara soal infeksi, ini tidak lepas dari kondisi sistem kekebalan tubuh. Peran sistem imun ibu sangat penting dalam melawan infeksi. Peneliti menduga bahwa respons imun ibu dapat memengaruhi perkembangan saraf dan otak sebelum bayi lahir.

Mengapa demam saat hamil trimester kedua lebih berisiko menyebabkan autisme?

Penyebab demam pada trimester kedua meningkatkan risiko ASD belum diketahui secara pasti. Namun, trimester kedua adalah waktu utama untuk perkembangan otak. Pada masa ini, daya tahan tubuh ibu cenderung menurun sehingga tubuh ibu tidak menolak proses masif perkembangan janin.

Kondisi rentan pada trimester kedua ini dapat membuat gangguan perkembangan janin lebih mungkin terjadi.

Lantas, demam saat hamil bisa menyebabkan anak terlahir autis?

Benarkah Autisme Pada Anak Terjadi Karena sang Ibu Demam Saat Hamil, Cek Fakta
Benarkah Autisme Pada Anak Terjadi Karena sang Ibu Demam Saat Hamil, Cek Fakta!

Temuan ini mungkin sangat menakutkan bagi sebagian ibu hamil atau wanita yang sedang menunggu kehamilan. Namun, menurut seorang profesor dari Pusat Infeksi dan Kekebalan di Universitas Columbia, risiko ini relatif kecil. Kemungkinan ASD atau autisme itu sendiri adalah sekitar 1 dari 88 kelahiran.

Meski penelitian menunjukkan demam saat hamil dapat meningkatkan risiko autisme, bukan berarti semua ibu hamil yang pernah mengalami demam akan melahirkan anak ASD. Hasil penelitian ini bukan sebuah harga mati.

Faktanya, ada ribuan wanita yang mengalami demam, pilek atau flu selama kehamilannya, tetapi belum memiliki anak dengan ASD. Penelitian-penelitian tersebut hanya menunjukkan adanya hubungan, sehingga tidak dapat menjelaskan hubungan sebab akibat.

Apakah demam menyebabkan ASD belum terbukti secara jelas. Meskipun secara numerik dalam penelitian, demam memiliki kemungkinan risiko ASD yang lebih tinggi. Autisme dan gangguan perkembangan serupa dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait dan sangat kompleks, bukan hanya satu hal atau faktor saja.***

Klik tombol WhatsApp di pojok kanan bawah dari layar Mobile atau PC Anda

Temukan dan Ikuti Kami di Sosial Media