Mau sehat, konsumsi 6 jenis makanan yang mengandung antioksidan

Mau sehat, konsumsi 6 jenis makanan yang mengandung antioksidan

KlikSSB.com – Antioksidan merupakan zat penting untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh. Melansir Healthline, radikal bebas merupakan senyawa yang berbahaya jika kadarnya berlebihan di dalam tubuh.

Senyawa ini bisa berlebihan akibat paparan polusi udara, asap rokok, konsumsi alkohol berlebihan, gula darah tinggi dan kadar lemak tidak sehat, hingga infeksi bakteri (bakteri, jamur, dan virus).

Ketika radikal bebas melimpah, tubuh bisa berisiko terkena diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Pentingnya mengonsumsi makanan kaya antioksidan

Agar radikal bebas tidak meningkat dalam tubuh, Anda bisa mencoba mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan tinggi.

Menurut pakar kesehatan konsumsi makanan yang mengandung antioksidan lebih dianjurkan daripada mengandalkan suplemen antioksidan. Seperti dilansir dari laman resmi Harvard T.H. Chan School of Public Health, suplemen antioksidan belum terbukti memberikan manfaat kesehatan.

Hal ini dipengaruhi oleh sifat antioksidan yang cenderung bekerja efektif bila dikombinasikan dengan nutrisi lain. Suplemen antioksidan yang ditawarkan seringkali hanya mengandalkan satu atau dua jenis zat tertentu.

Sedangkan antioksidan dari stroberi misalnya, bisa mengandung vitamin C dan polifenol seperti proantosianin dan flavonoid.

Perbedaan jumlah dan jenis antioksidan dapat memengaruhi efektivitasnya. Berdasarkan studi epidemiologi, pola maka yang lengkap dengan buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan yang kaya antioksidan dapat mengurangi risiko penyakit kronis. Terutama penyakit jantung, stroke, kanker, dan mencegah kematian akibat penyakit kronis.

Makanan yang mengandung antioksidan

Mau sehat, konsumsi 6 jenis makanan yang mengandung antioksidan

Beberapa jenis makanan seperti kacang, biji-bijian, protein hewani, sayur, dan buah mengandung nutrisi bersifat antioksidan. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Vitamin C

Brokoli, kubis Brussel, kembang kol, lobak, kale, paprika, ubi, kacang polong, bit, jeruk bali, melon, kiwi, lemon, jeruk, pepaya, stroberi, dan tomat.

2. Vitamin E

Kacang almond, alpukat, lobak, bit, kacang tanah, paprika merah, bayam, dan biji bunga matahari.

3. Karotenoid termasuk beta-karoten dan likopen

Aprikot, asparagus, bit, brokoli, blewah, wortel, paprika, kangkung, mangga, lobak, sawi hijau, jeruk, persik, jeruk bali, labu kuning, labu,bayam, ubi jalar, jeruk keprok, tomat, dan semangka.

4. Selenium

Kacang Brazil, ikan, kerang, daging sapi, unggas, gandum, dan beras merah.

5. Seng

Daging sapi, unggas, tiram, udang, biji wijen, biji labu, buncis, lentil, kacang mede, dan sereal.

6. Senyawa fenolik (quercetin, katekin, resveratrol, asam coumaric, antosianin)

Apel, anggur merah, bawang merah, teh, coklat, beri, kacang, rempah-rempah, blueberry, dan stroberi.

Untuk melindungi diri dari penyakit kronis, seimbangkan konsumsi makanan yang mengandung antioksidan dengan pola hidup sehat seperti menjaga pola makan seimbang, menghindari asap rokok, polusi, rutin berolahraga, dan jangan begadang.***