Kenali Gejala Kanker Payudara Stadium Awal dan Lanjut

Kenali Gejala Kanker Payudara Stadium Awal dan Lanjut

MASA DEPAN DIMULAI DARI SEKARANG DARI SSB HAPPYLIFE MEMBANGUN INDONESIA YANG SEHAT SUKSES BAHAGIA
LOGO HL PNG

Kenali Gejala Kanker Payudara Stadium Awal dan Lanjut

Selasa, 26 Jul 2022 15:17 WIB

Kenali Gejala Kanker Payudara Stadium Awal dan Lanjut

KLIKSSB.com – Gejala kanker payudara bervariasi antara orang yang satu dengan yang lain. Bahkan sebuah fakta menunjukkan, kebanyakan orang tidak memiliki gejalanya sama sekali.

Pengertian kanker payudara diartikan sebagai tumor ganas yang timbul dan berkembang di jaringan payudara. Kanker dapat mulai tumbuh di kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak atau jaringan ikat di payudara.

Di Indonesia, kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang menyumbang kematian pertama yang disebabkan oleh kanker dan jumlah penderitanya yang menempati urutan pertama tertinggi.

Pada tahun 2020, data Globocan yang dikutip dari Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus atau sekitar 16,6% dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Jumlah kematian mencapai lebih dari dua puluh dua ribu kasus.

Diketahui bahwa sekitar 70% pasien terdeteksi sudah di stadium lanjut. Untuk itu, sebelum terlambat, yuk kenali gejala kanker payudara berikut ini, sahabat pecinta kesehatan!

Gejala dan tanda kanker payudara

Gejala kanker payudara pada setiap orang bisa berbeda-beda. Namun, gejala kanker payudara yang paling umum adalah adanya benjolan di payudara atau ketiak. Kemudian, pasien kanker juga mengalami perubahan kulit, nyeri, puting susu terbalik, dan keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting.

Mari cari tahu lebih lanjut tentang gejala kanker payudara secara lengkap di bawah ini:

Tanda-tanda awal kanker payudara

Kenali Gejala Kanker Payudara Stadium Awal dan Lanjut

Tidak berbeda dengan jenis kanker yang lain, kanker payudara ini seringkali tidak menunjukkan gejala. Umumnya, perubahan pada payudara akan terdeteksi selama pemeriksaan payudara rutin, baik itu Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) maupun Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS).

Tanda-tanda awal kanker payudara yang harus diwaspadai sahabat sehat antara lain:

  • Muncul benjolan yang terasa berbeda dengan jaringan payudara di sekitarnya. Biasanya, ia memiliki tepi yang tidak teratur dan tidak menimbulkan rasa sakit.
  • Jika didorong oleh jari, benjolan dapat dipindahkan dengan mudah di bawah kulit.
  • Benjolan atau massa juga dapat muncul di ketiak, di sekitar tulang selangka atau di bawah lengan.
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara
  • Keluar cairan yang tidak normal dari puting. Cairan mungkin juga mengandung darah, mungkin berwarna kuning hingga hijau, atau mungkin bernanah.
  • Perubahan warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu atau area coklat tua di sekitar puting (areola).
  • Payudara terlihat merah
  • Kulit bersisik di sekitar puting
  • Puting susu gatal atau tertarik ke dalam.
  • Payudara nyeri atau bengkak pada salah satu payudara.

Memiliki satu atau lebih dari gejala-gejala di atas ini tidak selalu berarti bahwa Anda menderita kanker payudara.

Pasalnya, cairan dari puting susu juga bisa dipicu oleh infeksi. Untuk itu, memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat adalah langkah yang tepat.

Tanda-tanda kelanjutan kanker payudara

Biasanya, pada stadium lanjut benjolan tersebut menempel pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Pada kanker payudara stadium lanjut, bisa berupa benjolan yang membengkak atau bisul pada kulit payudara.

Terkadang, kulit di atas benjolan juga mengerut dan terlihat seperti kulit jeruk. Pada stadium lanjut, nyeri tulang, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, pembengkakan lengan atau ulserasi (lesi berbentuk seperti kawah) dapat terjadi pada kulit.

Kemudian, jika tanda-tanda kanker payudara sudah menyebar ke organ tubuh maka akan menimbulkan gejala tambahan, antara lain:

  • Jika telah menyebar ke paru-paru, gejalanya meliputi sesak napas, mengi, ketidaknyamanan dan nyeri di paru-paru, dan batuk terus-menerus, dengan darah dan lendir.
  • Jika telah menyebar ke tulang, itu menyebabkan nyeri tulang yang persisten.
  • Jika telah menyebar ke hati, menyebabkan kulit menguning, gatal, dan pembengkakan perut.

Gejala kanker payudara pria

Banyak orang tidak menyadari bahwa setiap orang memiliki sel payudara, dan sel-sel ini dapat mengalami perubahan yang bersifat kanker.

Pada pria, kanker payudara dapat terjadi pada semua usia, meskipun lebih sering terjadi pada pria yang lebih tua. Ini karena sel payudara pria jauh lebih berkembang daripada sel payudara wanita, kanker payudara tidak umum di bagian populasi ini.

Selain benjolan, gejala kanker payudara pria antara lain:

  • Penebalan jaringan payudara
  • Keluarnya puting susu
  • Kemerahan atau penskalaan pada puting susu
  • Puting tertarik ke dalam atau berputar ke dalam
  • Kemerahan yang tidak dapat dijelaskan, bengkak, iritasi kulit, gatal, atau ruam pada payudara.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bawah lengan.

Kebanyakan pria mungkin saja tidak secara rutin memeriksa jaringan payudara mereka untuk mengetahui tanda-tanda benjolan, kanker payudara pria sering didiagnosis pada tahap selanjutnya.

Penyebab kanker payudara

Penyebabnya pasti dari kanker payudara sebenarnya tidak diketahui. Meski demikian, sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko penyakit ini.

Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah sebagai berikut:

  • Faktor usia. Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun, risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.
  • Pernah menderita kanker payudara karena risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%.
  • Riwayat Keluarga. Pasalnya, wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya pernah menjadi pasien kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.
  • Faktor genetik dan hormonal.
  • Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.
  • Menorrhea (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
  • Pemakaian pil KB atau terapi sulih estrogen.
  • Obesitas pasca menopause.
  • Konsumsi alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari.
  • Terkena paparan bahan kimia yang menyerupai estrogen, biasanya terdapat dalam pestisida dan produk industri lainnya.
  • Dietilstilbestrol (DES): wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.
  • Terapi penyinaran.

Cara mengobati kanker payudara

Kenali Gejala Kanker Payudara Stadium Awal dan Lanjut

Perawatan akan dimulai setelah evaluasi dan penilaian menyeluruh oleh dokter. Umumnya akan diambil tindakan oleh dokter kurang lebih sekitar 1 minggu setelah menjalani biopsi.

Perawatan terdiri dari pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi dan obat penghambat hormon.

Terapi radiasi digunakan untuk membunuh sel kanker di lokasi pengangkatan tumor dan area sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.

Sedangkan kemoterapi, yaitu kombinasi obat untuk membunuh sel yang berkembang biak dengan cepat atau menekan proliferasinya atau perkembangbiakannya.

Obat penghambat hormon yang memengaruhi kerja hormon yang mendukung pertumbuhan sel kanker, digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.

Sekalipun kanker telah menyebar dan memengaruhi fungsi organ lain (distant recurrent), pengobatan yang tepat dapat membantu mengecilkan dan menghambat pertumbuhan kanker.

Kanker yang sudah dalam stadium lanjut cenderung lebih sulit disembuhkan, namun setidaknya bisa meredakan rasa sakit sehingga kualitas hidup pasien bisa meningkat.

Pengobatan untuk kekambuhan kanker bervariasi, tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya.

Lakukan pemeriksaan payudara secara rutin di rumah sakit

Kanker payudara seringkali sulit dideteksi pada stadium dini karena ukurannya yang kecil. Pasien hanya merasakan gejala saat benjolan dirasakan saat teraba karena ukurannya cukup besar.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua benjolan di payudara menandakan kanker.

Oleh karena itu, penting dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah benjolan tersebut bersifat kanker atau tidak.

Banyak faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Teman-teman happylife disarankan untuk melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup secara umum untuk mengurangi kejadian kanker.

Upaya diagnosis dini dilakukan karena kanker payudara lebih mudah diobati dan dapat disembuhkan jika masih dalam stadium awal.

Beberapa orang tidak melihat tanda-tanda kanker payudara sama sekali. Itu sebabnya SADANIS, USG payudara, dan mammogram rutin juga penting dilakukan.

Tak perlu khawatir, Sahabat happylife bisa melakukan pemeriksaan payudara di rumah sakit kepercayaan Anda.

Untuk memudahkan saat ingin membuat janji dengan dokter, buat janji konsultasi tanpa mengantri terlebih dahulu secara online melalui berbagai rumah sakit yang bagus.

Ingat, semakin cepat kanker payudara terdeteksi, maka proses penyembuhan dan pengobatan yang tepat bisa segera dilakukan.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya! ***

Klik tombol WhatsApp di pojok kanan bawah dari layar Mobile atau PC Anda

Temukan dan Ikuti Kami di Sosial Media