Memahami tanda dan gejala sembelit dan pengobatan yang tepat

Memahami tanda dan gejala sembelit dan pengobatan yang tepat

KlikSSB.com – Sembelit (konstipasi) adalah gangguan pencernaan akibat penurunan kerja usus.

Masalah pencernaan ini ditandai dengan keluhan sulit buang air besar atau BAB yang tidak lancar dalam jangka waktu tertentu.

Secara garis besar, sembelit atau konstipasi dapat didefinisikan sebagai buang air besar yang tidak teratur, yaitu kurang dari 3 kali dalam seminggu.

Meski begitu, frekuensi buang air besar akan berbeda untuk setiap orang.

Beberapa orang buang air besar beberapa kali sehari, sementara yang lain buang air besar satu sampai dua kali seminggu.

Seberapa umum kondisi ini?

Sembelit termasuk masalah umum yang terjadi pada sistem pencernaan. Adalah normal bagi setiap orang untuk merasa sulit untuk buang air besar sesekali.

Seseorang juga cenderung sulit buang air besar saat berganti atau mencoba makanan baru, stres, atau hal lainnya.

Namun, kelompok usia yang paling berisiko mengalami sembelit adalah:

  • ibu hamil,
  • orang yang kelebihan berat badan atau obesitas,
  • lansia, dan
  • orang yang sering duduk terlalu lama.

Sembelit dapat dicegah sedini mungkin dengan mengurangi faktor risiko. Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda dan gejala sembelit

Tanda dan gejala sembelit cukup beragam. Namun, orang yang mengalami sembelit umumnya mengalami gejala, antara lain:

  1. buang air besar tidak lancar,
  2. obstruksi usus,
  3. tinja keras atau kering,
  4. sakit perut dan merasa mual,
  5. BAB kurang dari 3 kali seminggu,
  6. perut terasa kencang, keras, penuh, atau padat,
  7. kotoran berdarah saat buang air besar, dan
  8. tidak puas setelah buang air besar atau merasa ada sesuatu yang tersumbat.

Jika Anda mengalami satu atau lebih dari gejala yang disebutkan di atas dan berlangsung selama lebih dari 3 bulan, kondisi tersebut diklasifikasikan sebagai sembelit kronis.

Mungkin ada tanda dan gejala yang tidak tercantum di atas, dan jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala tertentu, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan Anda harus ke dokter?

Sulit buang air besar biasanya sembuh dengan perawatan sederhana.

Namun, sulit buang air besar yang mengganggu kehidupan sehari-hari mungkin memerlukan perawatan dari dokter.

Selain itu, bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga kanker usus besar atau kanker usus juga diharapkan segera berkonsultasi ke dokter.

Waspadai jika Anda mengalami gejala sembelit seperti:

  • demam,
  • buang air besar berdarah,
  • mual dan muntah,
  • sakit perut terus menerus,
  • penurunan berat badan secara tiba-tiba,
  • nyeri punggung bawah, dan
  • perdarahan dari rektum (tempat penyimpanan feses sementara).

Penyebab

Apa penyebab dari kondisi ini?

Sembelit berarti tinja melewati usus bergerak lebih lambat dari biasanya.

Hal ini menyebabkan feses menjadi keras. Penyebab sembelit yang dialami setiap orang berbeda-beda, antara lain:

Pola makan yang buruk

Pola makan yang buruk sebenarnya dapat menyebabkan masalah pencernaan dan menyebabkan sembelit.

Misalnya tidak makan sayur dan buah menjadi salah satu penyebab seseorang sulit buang air besar.

Pasalnya, buah dan sayur banyak mengandung serat yang dapat melunakkan feses sehingga mudah dikeluarkan.

Hal ini juga berlaku saat Anda malas minum atau makan makanan penyebab sembelit. Akibatnya, tinja akan lebih padat, kering, dan akan terjadi sembelit.

Malas bergerak

Olahraga merupakan cara untuk melancarkan buang air besar karena usus perlu bergerak agar feses dapat melewati usus dengan lancar.

Gerakan usus ini dipengaruhi oleh gerakan tubuh. Jika Anda malas bergerak atau sering duduk dalam waktu lama, maka buang air besar akan melambat.

Maka feses akan sulit melewati usus sehingga Anda kesulitan buang air besar.

Penggunaan obat-obatan tertentu

Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan sembelit, termasuk:

  • antasida,
  • pereda nyeri,
  • antidepresan,
  • suplemen zat besi, dan
  • antikonvulsan.

Hamil

Sembelit selama kehamilan adalah masalah pencernaan yang umum terjadi. Hal ini dapat terjadi karena perubahan hormonal yang mengendurkan otot-otot usus sehingga menyebabkan pergerakan usus menjadi lambat. Akibatnya, feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Penyakit atau masalah kesehatan tertentu

Anda yang menderita penyakit di bawah ini juga bisa mengalami sembelit.

  • diabetes
  • hipotiroid
  • penyakit parkinson
  • hiperparatiroid
  • stroke.

Stres atau pengaruh dari lingkungan

Kecemasan, kekhawatiran, atau stres dapat memicu sembelit. Kondisi ini memengaruhi pergerakan usus menjadi lebih lambat.

Hal ini tentunya akan menghambat jalannya feses untuk keluar dari usus. Akibatnya, tinja menjadi kering dan lebih padat, sehingga sulit untuk dikeluarkan.

Apa yang meningkatkan risiko terkena sembelit?

Memang, setiap orang bisa mengalami sembelit. Namun, ada kelompok tertentu yang berisiko mengalami kondisi ini, yaitu:

  • tua,
  • ibu hamil,
  • kurang konsumsi serat atau dehidrasi,
  • jarang aktif beraktivitas,
  • kelebihan berat badan (obesitas), dan
  • melakukan perjalanan jarak jauh.

Komplikasi

Apa saja komplikasi dari sembelit?

Jika sembelit dibiarkan dalam waktu lama atau tidak ditangani dengan baik, tentu bisa menimbulkan komplikasi.

Beberapa komplikasi sembelit yang harus Anda waspadai antara lain:

  • luka di sekitar anus (fisura anin),
  • wasir (ambeien),
  • rektum keluar melewati anus (prolaps rektum), dan
  • buang air besar keluar tiba-tiba (inkontinensia alvi).

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Selain pemeriksaan fisik, sembelit juga didiagnosis dengan beberapa tes dan prosedur untuk menemukan penyebabnya, sehingga Anda bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.

tes darah

Tes darah akan dilakukan untuk mencari kondisi sistemik, seperti tiroid rendah (hipotiroidisme) atau kadar kalsium tinggi.

x-ray

X-ray digunakan untuk membantu dokter menentukan apakah usus tersumbat atau jika ada tinja yang menghalangi saluran, menyebabkan sembelit.

Pemeriksaan lainnya

Selain tes darah dan rontgen, ada beberapa prosedur yang digunakan dokter untuk menentukan penyebab sembelit, antara lain:

  • sigmoidoskopi,
  • kolonoskopi,
  • manometri anorektal,
  • studi transit usus,
  • skintigrafi,
  • defekografi saat buang air besar, dan
  • defektografi MRI.

Bagaimana cara mengatasi sembelit?

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sembelit, mulai dari menggunakan obat-obatan dari dokter, hingga mengubah pola makan.

Minum obat pencahar

Salah satu cara cepat untuk mengatasi masalah sembelit yang menyiksa adalah dengan mengonsumsi obat pencahar.

Obat pencahar atau laksatif ini dapat diperoleh baik tanpa resep maupun dengan resep dokter. Beberapa obat pencahar yang umum digunakan untuk mengobati sembelit adalah:

  • suplemen serat,
  • stimulan,
  • pencahar osmotik yang mengandung laktulosa dan magnesium sitrat,
  • pelumas, dan
  • pelunak feses.

Pola hidup sehat

Selain mengonsumsi obat pencahar, Anda juga perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Anda bisa memulainya dengan mengubah pola makan dan kebiasaan Anda, seperti:

  • banyak makanan berserat, seperti bayam, kubis, buah kiwi, dan jeruk,
  • minum lebih banyak air,
  • konsumsi suplemen serat sebagai tambahan, dan
  • berolahraga secara teratur untuk mengobati sembelit.

Operasi

Jika penyebab sembelit atau konstipasi adalah prolaps rektum atau perawatan di atas tidak berhasil, dokter Anda mungkin merekomendasikan operasi.

Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat usus besar jika otot-otot usus besar tidak bekerja dengan baik.

Pengobatan rumahan

Selain obat-obatan di atas, obat pencahar dari bahan herbal yang memiliki efek pencahar juga bisa digunakan untuk mengobati sembelit.

Anda bisa memilih minuman herbal dengan serat alami yang bisa melunakkan feses.

Harap dicatat, obat pencahar harus digunakan dalam jangka pendek dan dihentikan setelah sembelit membaik.

Hal ini karena penggunaannya dalam jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping, seperti reaksi alergi, mual, muntah, atau sakit perut.

Beberapa cara alami untuk mengatasi sembelit, antara lain:

  • terapkan pola makan sehat agar buang air besar lancar,
  • minum air putih yang cukup, terutama saat melakukan aktivitas berat,
  • hindari obat-obatan yang dijual bebas yang dapat menyebabkan konstipasi,
  • berolahraga secara teratur, terutama setelah makan,
  • mengelola stres dengan meditasi atau jalankan hobi, dan
  • tidak menahan buang air besar.

Sebagian besar kasus sembelit ringan hingga sedang dapat diobati di rumah. Anda bisa mulai dengan mencatat apa yang Anda makan dan minum, dan kemudian membuat perubahan.

Pencegahan sembelit

Sebenarnya cara mencegah sembelit hampir sama dengan melancarkan buang air besar.

Artinya, pengobatan rumahan yang memang perlu Anda terapkan agar tidak menyebabkan sembelit, seperti:

  • lebih banyak konsumsi makanan berserat,
  • olahraga teratur, seperti jalan kaki atau jogging,
  • memenuhi kebutuhan cairan, dan
  • minum suplemen serat

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan solusi yang tepat, dan cobalah obat herbal sembelit terstandar yang tersedia di pasaran.